Pages

Sunday, January 13, 2013

Belajar Dan Teori Belajar (Perspektif Psikologi) 2


Teori-Teori Belajar
Teori ialah pendapat yang dikemukakan oleh seorang ahli. Pendapat ahli yang bersifat teoritis itu biasanya berisi ”konsep” (pengertian/definisi) dan ”prinsip” (aplikasi konsep/cara-cara pelaksanaan konsep tersebut).
Teori-teori belajar yang dikemukakan oleh para ahli psikologi  dapat dikelompokkan menjadi tiga bagian, yaitu: teori belajar menurut ilmu jiwa daya, teori belajar menurut ilmu jiwa asosiasi, teori belajar menurut ilmu jiwa gestalt.


Teori belajar menurut ilmu jiwa daya (oleh Plato dan Aristoteles)
Belajar ialah mengasah/melatih daya-daya jiwa seperti, berfikir, ingatan, fantasi agar berfungsi secara tajam. Tujuan belajar dengan teori ini ialah untuk pembentukan formil, yaitu untuk membentuk kemampuan fungsi daya-daya tersebut.
Teori belajar menurut ilmu jiwa Assosiasi
Belajar adalah memperkuat hubungan stimulus dengan respon, yang termasuk dalam teori ini adalah:
Teori Connectionisme
Belajar adalah penguatan hubungan stimulus (S) dengan Respons (R). Dan untuk memperkuat hubungan stimulus-respon, Adam Thorndike(1874-1949) mengemukakan beberapa hukum atau ketentuan, yaitu:
-    Law of Effect, Hubungan stimulus-respon bertambah kuat apabila disertai dengan perasaan senang atau puas.
-    Law of Exercise atau law of Use and Disuse, Hubungan stimulus-respon akan bertambah kuat apabila sering digunakan, dan akan lemah atau hilang jika jarang/tidak digunakan.
-    Law of Multiple response, Dalam menghadapi situasi yang problematis dimana belum jelas diketahui respon yang tepat ,maka individu akan melakukan “trial and error” (coba-coba)
-    Law of  Assimilation atau Law of Analogy, seseorang dapat menyesuaikan diri  atau memberikan respon terhadap situasi yang baru dengan menyesuaikan atau menganalogikannya dengan apa yang sudah dilami.
-    Law of Readness, Hubungan stimulus dengan respon akan bertambah kuat apabila didukung oleh adanya kesiapan untuk bertindak.
Teori Conditining
Teori ini meyatakan bahwa hubungan stimulus respon dapat diperkuat dengan suatu persyaratan.
Teori Conditioning Parlov dan Watson
Teori dari parlov ini lebih dikenal dengan teori classical conditioning yang mana persyaratan yang memperkuat stimulus respon ialah suatu situasi /signal atau tanda sebagai pengganti stimulus yang semula menyertai stimulus (stimulus pengganti).
Teori Operant Conditioning menurut Skinner
Persyaratan yang memperkuat hubungan stimulus respon ialah sesuatu yang bersifat menguatkan (reinforcement) yaitu hadiah (penguatan positif) atau hukuman (penguatan negatif).
Teori Conditioning dari Edward R. Guthrie
Guthrie menyatakan bahwa tingkah laku manusia itu secara keseluruhan merupakan rangkaian unit-unit tingkah laku, atau dapat dikatakan yang memperkuat hubungan stimulus respon ialah law of Association (diulang-ulang).

Teori belajar menurut ilmu jiwa Gestalt
Belajar bukanlah proses asosiasi antara stimulus dengan respon yang diperkuat dengan koneksi-koneksi atau conditioning melalui latihan-latihan atau ulangan-ulangan sebagaimana teori ilmu jiwa Assosiasi, tetapi belajar itu terjadi jika ada pemahaman (insight). Artinya mengetahui kejelasan atau memahami makna masalah yang dipelajari/diamati dalam situasi belajar itu lebih penting artinya dalam meningkatkan keberhasilan belajar seseorang dari pada dengan memberikan ganjaran atau hukuman.

Kesimpulan
-    Belajar adalah proses perubahan tingkah laku sebagai akibat pengalaman atau latihan. Perubahan tingkah laku akibat belajar itu dapat berupa memperoleh perilaku yang baru atau memperbaiki/meningkatkan perilak yang ada.
-    Terdapat tiga teori dalam belajar, yang dalam proses pendidikan disekolah ketiga jenis teori belajar diatas harus diterapkan guru guna memperkaya pengalaman belajar siswa agar siswa selain memiliki bekal pengetahuan, sikap dan ketrampilan, siswa juga memiliki bekal kemampuan berfikir, mengingat dan kemampuan memecahkan masalah.
-    Dari ketiga teori belajar diatas, tidak ada yang lebih baik ataupun lebih relevan. Oleh karena itu sebaiknya, ketiga teori tersebut dimanfaatkan untuk memperkaya pengetahuan, agar tujuan pendidikan dapat tercapai.

(Makalah Program Akta 4 IIQ Jakarta - 16122006)

No comments:

Post a Comment

Post a Comment